Posts tagged bandung
May 29, 2009
· Filed under Agama, Artikel, Berita, Cerpen · Tagged Alhamdulillah, alhaqi, bandung, banyuwangi dan bandung, Masa Kecil, maspiping, maspipingdotcom, piping virgo alhaqi, Software, Syukur, tambakrejo, ussi, virgo, Visit Indonesia Via Maspiping, wordpress, www.maspiping.com

Terkadang kita selalu bilang penyesalan selalu datang di akhir, dan kenapa kita jarang berkata menyesal dulu lebih baik dari pada menyesal belakangan, Masalah penyesalan terkadang membuat kita stress, namun jika kita sudah memiliki penanaman jiwa untuk selalu tegar dalam menghadapi suatu asalah atau suatu penyesalan sebetulnya kita tidaka akan terlarut dalam suatu penyesalan. untuk itu alangkah baiknya jika kita mengantisipasi suatu penyesalan agar tidak datang berulang-ulang. Sekali penyesalan saja sebetulnya sudah menyakitkan dan tidak ingin terulang berkali-kali, namun kenyataanya terkadang bisa datang berkali-kali dan itu bisa membuat kita semakin terpuruk oleh kondisi penyesalan yang kita alami. Memaang untuk menyesal di depan itu tidak mudah karena kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi setelah kita melakukan sesuatu hal yang memang ujung-ujungnya resiko yang harus kita hadapi. Namun sebetulnya kita bisa meminimalisir penyesalan atau bahkan kita bisa mengantisipasi dari awal agar kita tidak mendapatkan hal yang menyakitkan ketika kita sudah menyesal. Kalau aku pribadi sih sebetulnya punya cara untuk melatihnya dan cara agar tidak bisa menyesal sebelum kejadian itu kita lalui.. maklum namanya juga kita sama-sama belajar, jadi wajar kalau belajar hal-hal baru seperti ini. Aku punya trik sendiri sih sebetulnya kalau mau tau ya ini aku bagi :
- Pastikan jangan sampai kita tergesa-gesa dalam mengambil keputusan
- ikuti kata hati kamu sendiri sobat (Kata hatimu itu lebih perasa dalam segala hal)
- Percayakan dirimu mampu mengendalikan atau mengontrol nafsu
- Fikirkan betul-betul apa yang akan terjadi setelah kita melakukan hal yang menurut kita beresiko
- Ingat penyesalan itu menyakitkan, dan sangat tidak mengenakan jika kita sudah menyesal
- Sabar itu kunci keberhasilan (ini benar sekali)
- Ambil keputusan lebih tenang dan lebih pasti bahwa itu benar
- Jika anda sudah pernah menyesal jangan sampai mencobanya lagi
- Masih ada kesempatan lagi kalau mau mencari meski terkadang kesempatan tidak datang dua kali
- Selalu berdoa agar kita selalu diberikan kemudahan (Petunjuk dariNYA lebih berarti buatmu)
- Belajarlah sedikit demi sedikit memahami makna menyesal itu menyakitkan
- Tanamkan Sikap Tidak ingin gagal
- Jika memang penyesalan terjadi jangan terpuruk dengan penyesalan kita, itu resiko kawan karena kegagalan bukanlah suatu akhir dari usaha kita.
Barangkali itu saja yang bisa saya posting untuk kali ini, semoga bermanfaat buat saya pribadi dan buat semua para pembaca, Mohon kalau ada postingan atau comment dari anda silahkan masukan saja ke post, saya sangat menungu saran dan masukan dari anda. Terima kasih untuk anda yang sudah mampir ke maspipingdotcom
May 29, 2009
· Filed under Artikel, Ilmu Komputer, Software · Tagged alhaqi, bandung, banyuwangi dan bandung, BPR, ibs, ipung, maspiping, maspipingdotcom, piping, piping virgo alhaqi, Software, Syukur, tambakrejo, ussi, virgo, Visit Indonesia Via Maspiping, www.maspiping.com
Kemaren sore aku ada revisi untuk perbaikan sistem dari BPR Lestari kebetulan ini ada hubungannya dengan masalah jadwal angsuran, ternyata ada masalah sedikit dari otaku ketika akan mencari berapa selisih hari dari acuan tanggal jatuh tempo dengan tanggal transaksi hari itu. Aku sih g terlalu lama nyari rumusnya seperti apa, soalnya baru saja nyari rumus ternyata sudah dikasih rumus jadi sama kang abunk. nya Nuhun pisan atuh kang, nah rumusnya sendiri seperti ini : (MonthOf(dTglAkhir)-MonthOf(dTglAwal)+12*(YearOf(dTglAkhir)-YearOf(dTglAwal))). Nah untuk anda yang mengalami kesulitan ketika mencari selisih tanggal coba saja pakai rumus itu… Alhamdulillah bisa. dan hasilnya sesuai seperti yang diharapkan. Tinggal ganti saja Variabel dTglAkhir dan dTglAwal dengan tanggal acuannya. Ya lebih bagusnya sih tetap gunakan variabel saja, lebih mudah dalam proses pembacaan rumusnya. ya sudahlah begitu saja dulu dari saya, mohon postinganya kalau anda punya cara lain atau mungkin mau korekis kalau ternya rumus itu salah. Makasih banyak sudah mau mampir.
maspiping
December 29, 2008
· Filed under Artikel, Berita, Cerpen, Uncategorized · Tagged 1 Muharram, bandung, liburan, maspiping, maspipingdotcom, nikmat, pasopati, tahun baru
Ini Kasus kemaren waktu aku jalan-jalan di Pasopati.. Wah giala bener rasanya nikmat banget dan bandung banget.. makanya buat yang belum pernah kebandung coba deh sekali – kali main kebandung. Nah ntar lu tinggal mampir kejembatan ini. wah nikmat banget(Ajiiiiib…) soalnya dari sini kota bandung bisa terlihat jelas pemandangannya… Padet banget brooo.. Gua aja g pernah bosan untuk main kesini soalnya memang bisa membuat otak sedikit fresh, ya minimal bisa lihat pemandangan kota bandung dari ketinggian dan menikmati yang sedang menikmati pemandangan juga alias (Awewe boyyy)… Nah makanya kalo kebandung g mampir kesini ibarat belum kebandung tapi ngaku-ngaku ke bandung. Ok deh maspipingdotcom cuman mau mengucapkan selamat tahun baru Hijryiah (1 Muharram) semoga ditahun ini kita bisa lebih baek dari tahun 2008 kemaren . ya sudah selamat liburan buat teman-teman semua terimakasih sudah mau membaca artikel ini… salam Peace
November 16, 2008
· Filed under Agama, Artikel, Berita, Cerpen · Tagged ALLAH, bandung, banjaran, bersyukur, cinta, masjid, maspiping, membaca, mencitai Allah, piping, Software, sujud, Syukur, ussi
Hari itu jumat yang indah, hari itu hari yang cerah, hari itu hari dimana aku selesai badminton dengan Karyawan BPR Banajran di salahsatu GOR Desa Banjaran. Sepulang dari bermain Badminton karena waktu ashar udah tiba aku ingin segera ke masjid untuk menunaikan kewajibanku. Dari GOR desa aku kemasjid menggunakan Angkot jurusan Banjaran-Tegalega. Ini yang aku sukai naik angkot. heheh. Setelah melewati terminal dan pasar bajaran akhirnya sampai juga di Masjid Agung Alun-Alun Banjaran. ” eitt Kiri bang kataku ” kelewat 50 meter. Ya harus jalan dikit untuk ke masjidnya. Aku berjalan melewati samping alun-alun tepatnya arena yang biasa digunakan berlari. Aku melihat banyak sekali anak-anak remaja putra dan putri semua pada asyik menghabiskan waktu sore mereka untuk menunggu sang sinar surya tenggelam di ufuk barat dan sampai bumi ini benar-benar gelap. Mereka tampak riang bermain dan bercanda. Ada yang main bola, ada yang main kejar-kejaran, ada yang makan, ada yang sekedar ngobrol dan ada pula yang asyik pacaran. Ada beberapa diantaranya yang masih menggunakan pakaian seragam sekolah mereka, sepertinya belum pulang kerumah dan langsung ke Alun-alun, disebelah lapangan alun-alun tampak berderet para penjual makanan yang mulai menata dagangan mereka, ada nasi goreng, bebek goreng, ayam goreng, sate, batagor, gorengan dan masih banyak lagi yang siap menawarkan dagangan mereka. Subhanallah ucap dalam batin ini melihat keseharian masnusia yang tiap hainya berbeda meski ada yang sebetulnya tujuannya sama. Sungguh sangat sayang jika waktu ini habis begitu saja, dan kita tidak memanfaaatkannya sebaik mungkin. kelak bagaimana mempertanggungjawabkanya. mmm hati ini sejuk sebentar menatap masjid yang telah selesai mengumandangkan Adzan. Senag sekali rasanya masih bisa diberikan kesempatan shalat didalam RumahMU ya Allah. Rasa syukur mulai terucap. Meski aku tertinggal shalat ashar berjamaah aku coba cari orang yang mau mendirikan shalata juga dan mau diajak berjamaah. Akhirnya ada pemuda yang mau gabung shalat berjamaah denganku. Selesai shalat aku coba duduk dan menikmati keindahan masjid dan ketenangannya. Aku duduk di dekat pintu masuk dan bersandar di tembok. Aku keluarkan buku dan aku ingin menghabiskanya sedikit demi sedikit, halaman per halaman, sampai akhirnya aku nanti bisa menyelesaikannya. ya hanya waktu seperti inilah aku bisa menhabiskan waktu untuk membaca, justru yang paling sering adalah ketika aku berada di ANgkot. makanya aku suka naik angkot. Ketika aku sedang khusu’ membaca aku melihat seorang lelaki masuk kemasjid dengan wajah yang basah dengan basuhan air wudlu aku melihatnya sepertinya wajahnya tampak lelah. dengan kotak box mengalung ki pundaknya dia tampaknya ingin menurunkan box itu. box itu adalah tempat dagangannya. ada rokok, aqua, permen, dan macam-maam masih banyak lagi. Ya akang ini adalah pedagang asongan yang biasa berjualan di area pasar, terminal serta jalan area banjaran. jika aku liat biasanya dia yang menjajakan dagangannya ke sopir-sopir angkot. Dia akan mendirikan shalat. Aku terus mencuri – curi untuk memperhatikannya. Dia shalat ashar dengan tenag, rakat demi rakaat dia lalui. sampai akhirnya dia menyelesaikannya dengan mengakhiri salam. Kotak box dia letakan di depannya tepat kepalanya bersujud. Selesai shalat dia coba mendekati boxnya dan mengambil sebuah Alquran dan dia membacanya meski tanpa suara dan hanya beberapa ayat saja. dari sinilah hatiku tersntuh melihat keihklasannya untuk beribadah dan kecintaanya terhadap ALLAH.SWT. Aku kagum padanya, aku bersyukur telah ditunjukan meskipun sesibuk apapun jangan tinggalkan dan jangan lupakan kewajiban kita : shalat. ya kita mulai dari shalt saja, karena terkadang sebagian dari kita ada yang melalikannya. sungguh sia-sia hidup ini jika kita meninggalkannya. aku sendiri juga bahkan tidak tau kehidupan di rumah dari bapak pedagang asongan ini speti apa ?? kita mungkin yang lebih sukses dari bapak ini harus banyak bersyukur, dan jangan lupa kesuksesan juga adaah ujian, dan kegagalan juga adalah ujian, semua adalah ujian tergantung kita menyikapinya. Yah bersabar itu adalah kuncinya. Cintai Allah karna Allah mencintai Orang beriman dan bersyukur. semoga pelajaran ini dapat kita ambil hikmahnya…. Amiin.
November 8, 2008
· Filed under Agama, Artikel, Berita, Cerpen · Tagged Add new tag, alhaqi, bandung, BPR, ikhlas, ketulusan, maspiping, maspipingdotcom, piping, sabar, Software, ussi, virgo

Cerita ini aku dapatkan ketika aku hendak pergi ke BPR Banjaran hari kamis 6 November 2008 kemaren pagi hari. Bandung beberapa hari ini diserang hujan tap sore hari, meski pagi hari itu juga terlihat mendung. dan aku yakin sore pasti dan pasti hujan. ya memang seperti itu kenyataannya. Cuman untuk menghindarinya agar g basah kuyup aku ke BPR Banjaran menggunakan Angkot saja.. Toh nyaman banget kok pakai angkot. hihihih… Kali ini aku naik dari depan kantor tepatnya Jl. Soekarno Hatta Putraco Gading Regency. Nah seperti biasa kalo mau ke jurusan Banjaran ada beberapa jalur yang bisa di tempuh, bisa lewat Buahbatu->Baleendah->Banjaran, ada juga Buahbatu->Cigareleng->DayeuhKolot->Baleendah->Banjaran dan ada satu lagi melalui Soreang. cuman kurang hafal jalur angkotnya. Nah Kalo dulu aku sering gunakan jalur 2 melalui Cigareleng, Cuman setelah dirasa-rasa melalui rute kedua ini jalurnya jauh dan macet di dayeuhkolot. Makanya aku lebih suka jalur 1. heheh meski angkotnya 4 kali tetapi perjalannya terasa mengasyikan. yah macet sih tetap ada , Bandung sekarang gitu looh… Macet. Nah dari depan kantor aku gunakan rute Angkot Biru yang ke tegalega, perjalan pertama serasa biasa aja, soalnya karena kosong g ada orang makanya jalan angkotnya rada lambat. Setelah melalui samsat carefore akhirnya sampai juga di buahbatu, nah disni aku turun pertama kali, setelah itu aku lanjutkan lagi ke arah baleendah dengan naik satu kali angkot apa aja bisa soalnya belokan pom bensin depan juga bakalan turun, nah dari depan aku turun lalu naik lagi yang ke jurusan dayeuhkolot cuman nanti aku turun di baleendah. Nah diangkot ini ada sedikit cerita yang sedikit demi sedikit coba memasuki telingaku, cerita ini diceritakan oeh ibu – ibu yang duduk di sebelah pojok dan didengarkan oleh ibu didepanya, Mereka tampak berbincang2 asyik, dan meski aku baru masuk angkot cerita itu baru akan dimulai setelah ibu yang satunya selesai bercerita, mungkin mereka saling bertukar cerita. Mereka juga sepertinya mau berangkat kerja di puskesmas baleendah, bisa dilihat dari seragam PNS yang mereka pakai. Ceritanya begini, Jadi ibu yang bercerita ini ibunya juga adalah seorang bidan di bandung. Pada suatu hari temannya akan melahirkan, akan tetapi pada saat melahirkan mengalami pendarahan yang cukup banyak dan salah satu untuk menyelamatkan ibu itu adalah ada sesuatu yang kata dokter harus di angkat, aku sendiri kurang ingat apa namanya yang jelas resiko jika itu diangkat adalah ibu tersebut tidak bisa melahirkan lagi. nah karena kondisinya sangat kritis dan tidak sadarkan diri akibat pendarahan sang bidan meminta izin kepada suami untuk penyelamatan istrinya, tentunya dengan surat dan tanda tangan. Karena suaminya sangat mencintai istrinya maka disetujui juga. dan Akhirnya istrinya bisa selamat. Nah ibunya menyingkat ceritanya ketika istrinya kecewa dan sangat marah ketika suaminya telah menyetujui operasi itu. Akan tetapi sang suami tetap bersabar karena dia sangat mencintai istrinya, dan dia berkata bahwa dia sangat mencintainya dan tidak ingin kehilangannya. Akan tetapi sampai saat ini istrinya juga masih sangat meyesalkan kenapa suaminya menandatanganinya, akhirnya suaminya berusaha terus mempertahankan ketulusannya pada istrinya meskipun dia tau resionya. akhirnya mereka inisiatif untuk merawat keponakanya dan sudah dianggap sebagai anaknya sendiri.
Suaminya ini bekerja di SD Swasta terkenal di semarang yang memang sudah menjadi SD Favorit dan merupakan SD swasta yang mampu mendidik muridnya sampai menjadi No.1 di semarang. Beliau menjabat sebagai kepala sekolah. dan beliau ini juga adalah seorang Ustad. Yang sering memberikan materi pengajian di wilayah semarang, Kasih sayang dan cinta beliau ini sangat dalam terhadap istrinya sampai ibu-ibu pengajian sangat iri dan ingin mempunyai suami yang seperti beliau, karena orangnya yang ramah dan sabar dan jika disetiap pengajian beliau sangat menunjukan kasih sayang dan cintanya kepada Istrinya meskipun istrinya saat ini tidak akan bisa memberikan beliau keturunan, Nah sampai pada suatu hari teman bahkan bisa dibilang sahabat dekat dari Ustad ini meninaggal dunia dan meninggalkan 7 orang anak, dan istrinya yang tidak bekerja. Sampai pada suatu hari sang ustad ini sangat kasihan terhadap istrinya, pintu hatinya terketuk untuk membantu sang istri menghidupi istri sahabatnya tersebut dan anak-anaknya, Karena untuk masalah materi ustad ini bisa dibilang kaya dan sudah cukup, Untuk itu beliau akan meminta izin kepada istrinya untuk menikahi istri sahabatnya tersebut. Apa yang terjadi ???? Gugatan cerai untuk sang suami dar istri tercintanya, sungguh kaget suaminya kenapa istrinya seperti itu, bahkan sang ustad sampai menangis memohon jangan sampai hal itu atau perceraian terjadi. Tetapi sang istri tetap ngotot untuk bercerai. Dan sampai akhirnya perceraian tetap terjadi, padahal suaminya berkata aku akan selalu mencitaimu dan menyayangimu, Aku bukan akan menikah lagi tetapi aku baru bertanya kepadamu bolehkan aku menikah dengannya, tetapi jika km tidak mengizinkan aku tidak akan melakukannya, dan akan tetap menjadi suamimu dan tidak akan menikah lagi. Tetapi sang istri kemungkinan sudah emosi dan sampai perceraian tetap terjadi. Akhirnya mereka berpisah dan punya kehidupan masing-masing sampai akhirnya ustad benar menikah dengan teman sahabatnya dan memiliki satu putra dari istri barunya ini sehingga beliau memiliki 8 orang anak. sedangkan kabarnya istrinya menikah lagi dengan sorang pengusaha gadungan dan ditipu sehingga tidak tau statusnya sampai saat ini dan hidup berdua bersama anak angkatnya. Apa yang akan anda ambil dari cerita ini??? setiap orang punya prespsi masing2 mungkin anda juga punya tanggapan dari cerita ini. Silahkan masukan ke comment jika anda memiliki comentar agar menjadi pembelajaran buat kita semua… Itu adalah cerita diperjalanan yang memaksa masuk keteingaku tetapi ada makna yang sudah aku ambil… Sampai akhirnya perjalanan angkot berhenti di Baleendah dan aku naik sekali lagi sampai banjaran… dan melakukan aktivitas kerjaanku seperti biasa… Ok terimakasih telah meluangkan membaca artikel ini.
www.maspiping.wordpress.com