Dunia Baruku Photography

Archive for September, 2007

Pengantin Sederhana

KETIKA Rasulullah Muhammad Saw, menikahkan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib, beliau mengundang Abu Bakar, Umar, dan Usamah, untuk membawakan barang-barang persiapan Fatimah. Mereka bertanya-tanya, apa gerangan yang dipersiapkan Rasulullah untuk putri terkasih dan keponakan tersayangnya itu? Ternyata bekalnya cuma penggilangan gandum, kulit binatang yang disamak, kendi, dan sebuah piring. Mengetahui hal itu, Abu Bakar menangis. “Ya Rasulullah, inikah persiapan untuk Fatimah?” tanya Abu Bakar terguguk. Rasulullah kemudian menenangkannya. “Wahai Abu Bakar, ini sudah cukup bagi orang yang berada di dunia,”.

Fatimah, sang pengantin itu, kemudian keluar rumah dengan memakai pakaian yang cukup bagus. Tapi ada sekitar 12 tambalannya. Tak ada perhiasan, apalagi pernak-pernik mahal.

Setelah menikah, Fatimah senantiasa menggiling gandum dengan tangannya hingga tangan itu kasar, membaca Alquran dengan lidahnya, menafsirkan kitab suci dengan hatinya, dan menangis dengan matanya.

Pesta pernikahan putri Rasulullah ini, menggambarkan kepada kita, betapa kesederhanaan menjadi ‘darah daging’ kehidupan Rasulullah. Bahkan, ketika pesta pernikahan putri tersayangnya Fatimah yang selayaknya diadakan dengan meriah, Rasulullah tetap menampakkan kesederhanaan. Padahal, dengan kedudukannya sebagai pemimpin umat Islam di seantero dunia, Rasulullah bisa melakukan hal itu. Ini yang seharusnya bisa dicontoh dan diteladani pemimpin di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. (asw/disarikan dari buku Kisah Teladan)