Dunia Baruku Photography

Berikan aku KetabahanHari itu jumat yang indah, hari itu hari yang cerah, hari itu hari dimana aku selesai badminton dengan Karyawan BPR Banajran di salahsatu GOR Desa Banjaran. Sepulang dari bermain Badminton karena waktu ashar udah tiba aku ingin segera ke masjid untuk menunaikan kewajibanku. Dari GOR desa aku kemasjid menggunakan Angkot jurusan Banjaran-Tegalega. Ini yang aku sukai naik angkot. heheh. Setelah melewati terminal dan pasar bajaran akhirnya sampai juga di Masjid Agung Alun-Alun Banjaran. ” eitt Kiri bang kataku ” kelewat 50 meter. Ya harus jalan dikit untuk ke masjidnya. Aku berjalan melewati samping alun-alun tepatnya arena yang biasa digunakan berlari. Aku melihat banyak sekali anak-anak remaja putra dan putri semua pada asyik menghabiskan waktu sore mereka untuk menunggu sang sinar surya tenggelam di ufuk barat dan sampai bumi ini benar-benar gelap. Mereka tampak riang bermain dan bercanda. Ada yang main bola, ada yang main kejar-kejaran, ada yang makan, ada yang sekedar ngobrol dan ada pula yang asyik pacaran. Ada beberapa diantaranya yang masih menggunakan pakaian seragam sekolah mereka, sepertinya belum pulang kerumah dan langsung ke Alun-alun, disebelah lapangan alun-alun tampak berderet para penjual makanan yang mulai menata dagangan mereka, ada nasi goreng, bebek goreng, ayam goreng, sate, batagor, gorengan dan masih banyak lagi yang siap menawarkan dagangan mereka. Subhanallah ucap dalam batin ini melihat keseharian masnusia yang tiap hainya berbeda meski ada yang sebetulnya tujuannya sama.  Sungguh sangat sayang jika waktu ini habis begitu saja, dan kita tidak memanfaaatkannya sebaik mungkin. kelak bagaimana mempertanggungjawabkanya. mmm hati ini sejuk sebentar menatap masjid yang telah selesai mengumandangkan Adzan. Senag sekali rasanya masih bisa diberikan kesempatan shalat didalam RumahMU ya Allah. Rasa syukur mulai terucap. Meski aku tertinggal shalat ashar berjamaah aku coba cari orang yang mau mendirikan shalata juga dan mau diajak berjamaah. Akhirnya ada pemuda yang mau gabung shalat berjamaah denganku. Selesai shalat aku coba duduk dan menikmati keindahan masjid dan ketenangannya. Aku duduk di dekat pintu masuk dan bersandar di tembok. Aku keluarkan buku dan aku ingin menghabiskanya sedikit demi sedikit, halaman per halaman, sampai akhirnya aku nanti bisa menyelesaikannya. ya hanya waktu seperti inilah aku bisa menhabiskan waktu untuk membaca, justru yang paling sering adalah ketika aku berada di ANgkot. makanya aku suka naik angkot.  Ketika aku sedang khusu’ membaca aku melihat seorang lelaki masuk kemasjid dengan wajah yang basah dengan basuhan air wudlu aku melihatnya sepertinya wajahnya tampak lelah. dengan kotak box mengalung ki pundaknya dia tampaknya ingin menurunkan box itu. box itu adalah tempat dagangannya. ada rokok, aqua, permen, dan macam-maam masih banyak lagi. Ya akang ini adalah pedagang asongan yang biasa  berjualan di area pasar, terminal serta jalan area banjaran. jika aku liat biasanya dia yang menjajakan dagangannya ke sopir-sopir angkot. Dia akan mendirikan shalat. Aku terus mencuri – curi untuk memperhatikannya. Dia shalat ashar dengan tenag, rakat demi rakaat dia lalui. sampai akhirnya dia menyelesaikannya dengan mengakhiri salam. Kotak box dia letakan di depannya tepat kepalanya bersujud. Selesai shalat dia coba mendekati boxnya dan mengambil sebuah Alquran dan dia membacanya meski tanpa suara dan hanya beberapa ayat saja. dari sinilah hatiku tersntuh melihat keihklasannya untuk beribadah dan kecintaanya terhadap ALLAH.SWT. Aku kagum padanya, aku bersyukur telah ditunjukan meskipun sesibuk apapun jangan tinggalkan dan jangan lupakan kewajiban kita : shalat. ya kita mulai dari shalt saja, karena terkadang sebagian dari kita ada yang melalikannya. sungguh sia-sia hidup ini jika kita meninggalkannya. aku sendiri juga bahkan tidak tau kehidupan di rumah dari bapak pedagang asongan ini speti apa ?? kita mungkin yang lebih sukses dari bapak ini harus banyak bersyukur, dan jangan lupa kesuksesan juga adaah ujian, dan kegagalan juga adalah ujian, semua adalah ujian tergantung kita menyikapinya. Yah bersabar itu adalah kuncinya. Cintai Allah karna Allah mencintai Orang beriman dan bersyukur.   semoga pelajaran ini dapat kita ambil hikmahnya…. Amiin.

Advertisements

Comments on: "Cintaku PadaMU begitu Indah…" (2)

  1. Sungguh Indah…. Kuasamu ya Allah

  2. Subhanallah, saya orang Banjaran, makanya sangat mengenal Masjid Agung ini. Terenyuh ya liat pedagang asongan disela2 istirahat shalat Ashar langsung Tadarus Al-Quran. Malu banget lihat c Aa ini menyerahkan waktu nya untuk Allah, semoga maspiping dan Aa penjaja asongan dapat Rahmat serta rezeki dari Allah, aamiinn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: