Dunia Baruku Photography

Perjalan sang Implementator

Perjalan sang Implementator

Pagi tadi aku nyampe dri sumedang sekitar pukul 05.45 setelah semalam kerumah saudra teman sekantor seklaian ke rumah mank agus nganter ambil teevisi. Kenapa pagi-pagi udah sampai dibandung karena aku harus pergi kebanjaran. Ada sedikit kerjaan yang perlu diselesaikan. Seperti biasa aku lebih suka menggunakan angkot dari pada harus bawa kendaraan sendiri. Angkot dari kantor ke buahbatu begitu lancar, setelah sampai di buah batu aku lanjutkan naik angkot lagi arah ke cipagalo. sesampai di pom bensin sebelum tol buahbatu aku turun dan segera ganti denan angkot jurusan dayeuhkolot. Alhamdulillah langsung ada. namun apa yang terjadi setelah aku naik dan baru berjalan sekitar 5 menit terlihat jelas di depan ada kemacetan. perasaanku sudah tidak  enak dan bakalan macet total. Sopir pun geram dan pingin kembali lagi ke jalur balik. ternyata benar dia balik arah untuk menghindari kemacetan suman bagaimana nasibku ini pak tanyaku? g langsung ke dayeuhkolot pak? macet a saya mau balik ke garasi kata sopir. Yah meski g bayar D Ya sudah aku mulai perjalan kaki dar mulai bawah jalan tol buah batu, dan aku g tau bakalan berapa lama aku akan berjalan.  langkahku terus terayun, dan tanpa henti, Ya semua ini akibat kejadian banjir dari luapan sungai citarum yang meluap di sekitar wilayah dayeuhkolot, danbaleendah makanya kemacetan terjadi sepanjang itu. jika dihitunh secara KM aku akan berjalan sekitar 6 km lebih untuk sampai ke terminal. Keringat dan pegal serasa mewarnai perjalananku. Jalan terus dan jalan terus ampai aku temukan pintu keuar.. Angkot, mobil-mobil, motor dan yang lainya serasa susah untuk bergerak karena sangat padat. Perjalananku sungguh diwarnai rasa lelah, soalnya bawaanku berat dan panas. Ketika aku sampai di lokasi kejadian banjir justru tidak terlalu macet, ungkin karena suda pada mengungsi. Setelah aku berjalan lama akhirnya aku sampai juga di terminal baleendah dan aku coba aik angkot iar g terlalu capek dan aku bsia melanjutkan perrjalanan ke banjaran.. begitulah ceritaku hari ini, intinya hikmah  yang aku ambil adalah jika kita sabar sesulit apapun kita akan menemukan jalan keluar.  ternyata masih banyak warga indonesia yang masih merasakan penderitaan dengan adanya banjir setiap kali hujan, andung sudah telalu padat mohon diatus lagi tata letak kotanya. Mungkin baru segitu yang bisa saya kerjakan jika ada saran dan kritik masukan saja ke commentar. sekian terima kasih.

Rezpector by maspiping

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: