Dunia Baruku Photography

Asrinya Wonosobo Indonesia

Kali ini perjalanku ke wilayah Jawa Tengah tepaatnya Wonosobo. Sebetulnya sering sekali aku melewati kota ini namun belum pernaah keliling di kota tersebut..sebetulnya kotanya tidak terlalu besar. Aku sering melalui kota ini ketika dalam perjalanan ke Wilayah Lasem dan Lumajang. atau khususnya wilayah Jawa Timur.

Kesan pertama Asyik melihat kotanya yang adem, karena termasuk wilayah atas dan dekat dengan Dataran tinggi DIENG yang sudah terkenal dimana-mana. Namun kali ini aku benar2 bisa keliling Kota Wonosobo. Sebetulnya aku lebih tertarik menjelajah ke wilayah dataran tinggi khususnya pedesaan, karena dari situ aku banyak menemukan ke asrian alam. Tujuanku kali ini dalam rangka Merger BPR BKK Kabupaten Wonosobo.

Seperti biasa aku menyempatkan waktu untuk mengabadikan Hal yang unik dari kota ayang aku kunjungi. Setelah proses Merger melewati titik kritis pasti ada proses pendampingan ke Masing-masing BPR Cabang. Ini hal yang paling aku suka, dari sini aku bisa keliling kota dan setidaknya tau lokasi -lokasi yang dangat terpencil.. contohnya ketika aku mengunjungi Watumalang & Leksono. Ketika aku tanya disini khasnya apa? jawabanya ternyata Salak. wah lumayan nanti pulang bawa buat istri di rumah. Leksono jaraknya tidak terlalu jauh dari kota wonosobo, sekitar 10 Km perkiraanku, Ketika melalui jalanan ke arah leksono pemandangannya sungguh asri..padahal masih banyak yang lebih asri dari leksono, watumalang, Kejajar & masih banyak yang lainya.

Moment yang aku abadikan adalah Khas Pedesaan yaitu Petani membajak sawah. Namun proses membajaknya masih menggunakan Kerbau. Ini hal yang memang sudah jarang ditemui. Hanya ada diwilayah yang benar2 desa. Karena saat ini pun desa sudah banyak yang diganti dengan mesin. Kerbau Besi orang menyebutnya. Aku melihatnya suatu hal yang unik. karena aku dulu pernah mengalami ikut membajak di sawah. rasanya sungguh alami ketika aku melihat bapak tua dengan Pecut (cambuk kerbau) di tangan kanan dan kaki kiri memegang bajak serta bersuara “hayoo!! hess!! haiyah…!!! ” mengisyaratkan atau bahasa isyarat untuk menjalankan kerbau hehhe kurang lebih begitu. Tidak sembarangan orang bisa membajak. Karena rasa tertariku aku meminta kepada pak achmad salah satu Karyawan BPR Wonosobo untuk menghentikan mobil sejenak dan saya minta izin untuk mengabadikan moment tersebut. dan ini hasilnya:

Sang Pembajak Sawah

Sang Pembajak Sawah

Seperti tampak pada gambar itu. Sungguh asri aku melihatnya.Generasi kita apakah bisa melanjutkanya? Setidaknya kita harus menjaga warisan tersebut. Hal ini juga mengurangi Pemanasan Global menurutku. Go Green lah. Mungkin setidaknya aku punya kenangan di wonosobo. Mungkin yang belum pernah ke Wonosobo setidaknya tau kondisi pedesaan disana kalau untuk moment yang lain yang aku abadikan hanyalah sisi pinggiran kota. ini gambaranya :

Mobil Antik di Kota Wonosobo

Sudut Kota Wonosobo

semoga Cerita ini bisa mengartikan indahnya indonesia sebetulnya bisa kita miliki seutuhnya dan jangan sampai di rebut oleh negara Lain. Indonesia Milik kita bersama. Kita jaga kelestarianya. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: